Kepala SMA N 2Kota Metro, Dra. Enie Augus Junaety, Mpd : Harus Menjaga Kesehatan Saat New Normal Dimasa Pandemi Corona Covid 19

215

Metro – SL-Tahun ajaran baru telah selesai di mulai tinggal menunggu hasil pengumuman para peserta Pada tahun ajaran thn 2020/2021, ada rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bagaimana tidak, pada awal tahun ajaran baru saja sudah dirasa berat bagi para orangtua siswa. Hal itu dikarenakan mereka kebingungan menghadapi bagaimana PPDB dan menghadapi kenormalan baru atau new normal di masa pandemi Corona Covid-19.

Tak sedikit di antara orangtua siswa yang belum sepenuhnya mengerti dan paham dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.

Kepala SMAN 2 Metro, Dra Enie Augus Junaety, saat ditemui di ruang kerjanya, menuturkan, PPDB 2020 ini berlangsung dengan banyak kendala. Masalah teknologi menjadi salah satu penyebab. Karena tanpa disadari, belum semua ‘melek’ dengan kemajuan zaman.

“Memang sejumlah daerah mayoritas sudah menjalani proses PPDB secara online atau daring. Itu karena mereka memiliki infrastruktur teknologi memadai. Bahkan saat ini pendaftaran PPDB 2020 sudah dimulai,” ungkap Enie.

Enie mengungkapkan, PPDB secara luring (offline) kemungkinan bisa berlangsung. Karena harus disadari tidak semua orangtua siswa melek teknologi.

“Hal ini yang menjadi dilema. Pada satu sisi mereka ingin anaknya sekolah, namun di sisi lain harus tetap menjaga kesehatan saat new normal di masa pandemi Corona Covid-19,” kata Enie.

Menurut Enie, tidak masalah bila PPDB 2020 masih ada wilayah melaksanakan secara offline. Namun perlu ada kesepakatan antara sekolah dan orangtua siswa tentang protokol kesehatan.

“Harus ada kesepakatan bersama yang tertulis resmi ya. Soalnya ini untuk keselamatan bersama juga,” ujar Ernie.

Enie menambahkan, pandemi Covid-19 ini menyadarkan pemerintah jika sebagian daerah di Indonesia masih terbelakang.

BACA JUGA:  Rahmad Zainudin ketua Tim Lomba : Evaluasi Lomba kelurahan dan Gotong Royong Kegiatan Rutin

“Bahkan beberapa daerah belum bisa mengakses internet maupun televisi dan radio. Jadi, pemerintah harus siap untuk memajukan teknologi di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.(dek/*)

Facebook Comments