Polda Lampung Gelar Dialog Cegah Tangkal Konflik Horizontal di Metro

244

METRO — Kota Metro yang merupakan ikon kota pendidikan di Provinsi Lampung diharapkan memiliki karakter masyarakat berintelektual, sebagai upaya mewujudkan kondisi situasi kamtibmas yang selalu kondusif tanpa terpecah belah. Hal tersebut diharapkan Waka Polda Lampung, Brigjen (Pol) Sudarsono saat menggelar tatap muka bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus perguruan tinggi di Kota Metro beberapa waktu lalu.

Brigjen (Pol) Sudarsono menambahkan, pasca penetapan hasil Pemilu 2019 hingga nanti pelantikan presiden yang direncanakan pada 20 Oktober 2019 mendatang. Dia memeinya masyarakat Metro mampu menyumbangkan buah pikiran yang positif untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, tidak mudah terprovokatif dan saling menghargai suatu perbedaan. “Mampu menyelesaikan permasalahan dengan berkomunikasi bersama tanpa harus saling adu kekuatan hingga berdampak yang tidak baik di tengah-tengah masyarakat yang kini berkembang dan maju,” katanya.

Dibeberkannya, telah terjadi beberapa konflik seperti Papua dan kini berkembang di wilayah Kalimantan yang tentunya memberikan pengaruh bagi Indonesia. “Kejadian tersebut harus bisa kita antisipasi di wilayah kita dalam hal ini di Kota Metro!” pintanya.

Sementara itu Walikota Metro A. Pairin yang juga turut berinteraksi bersama masyarakat, menyebutkan mayoritas di Kota Metro berpenduduk suku Jawa dengan jumlah 67 persen telah berkomitmen terjalin kerjasama dan interakasi yang baik antara Polri dan Forkompinda. “Selain itu kami berkomitmen terjalin kerjasama dan interakasi yang baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu, ormas dan potensi masyarakat lainnya pasca Pemilu 2019,” ungkapnya.

Wakilkota Metro mengatakan keikutsertaan dalam forum diskusi ini untuk menumbuh kembangkan daya cegah dan daya tangkal terhadap perkembangan hal-hal negatif yang akan mengancam pasca Pemilu. (alt/feb)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Kepala Dinas Olah Raga Dan Pariwisata,Yerri Ehwan : Gebyar Komunitas Kreatif Kota Metro, Guna Mewujudkan Visi Kota Metro sebagai Kota pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan