Basarnas Lampung Adakan Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Daerah

207

BANDARLAMPUNG – Guna mewujudkan SDM yang unggul untuk pelayanan jasa search and rescue yang lebih profesional di Provinsi Lampung, Basarnas Lampung, mengadakaan rapat koordinasi pencarian dan pertolongan daerah, serta pelatihan potensi pencarian dan pertolongan.

Kegiatan rapat koordinasi berlangsung di Aula Hotel Radin Intan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (19/9).

Acara turut dihadiri oleh unsur TNI, Polri, BPBD dan stakeholder terkait lainnya, dengan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

Deputy Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto, dalam kegiatan tersebut menjelaskan, rapat koordinas ini sendiri ditujukan untuk mensinergikan antara Basarnas dan instansi atau pihak-pihak terkait.

Dengan dibukanya secara resmi rapat koordinasi kali ini, turut pula dimulai program pelatihan potensi pencarian dan pertolongan, yang diharapkan dari hasil pelatihan ini akan terciptanya sumber daya manusia  yang unggul  untuk pelayanan jasa search and rescue yang lebih profesional di Lampung.

“Diharapkan kedepannya kami lebih siap dan siaga dalam penanganan SAR dan persiapan menghadapi potensi bencana alam yang setiap saat bisa saja terjadi di daerah Lampung,” ungkap Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Sementara itu, dalam sambutannya,
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung,  menyambut baik diselenggarakannya Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Daerah ini sebagai wahana untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam Pencarian dan Pertolongan se-Provinsi Lampung.

Wagub Chusnunia mengatakan, bahwa tidak ada yang berdo’a agar terjadi suatu bencana. Namun bukan berarti kita tidak tanggap terhadap kejadian bencana.

“Kita sudah ada pengalaman terhadap kejadian bencana seperti yang terjadi di Lampung Selatan, dan mendapatkan penghargaan pengendalian bencana di Provinsi Lampung. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kita telah memanage dengan baik,” jelasnya.

Tentunya berbagai pengalaman yang telah kita lakukan itu, jelas Wagub Chusnunia, masih terdapat suatu kekurangan. Untuk itu kita harus melakukan peningkatan diberbagai hal, terutama peningkatan skill terhadap penanganan bencana dan tanggap bencana.

BACA JUGA:  Pemprov Lampung Dalami Upaya Penurunan Angka Stunting di Provinsi Lampung Tahun 2020

“Peningkatan skill tersebut harus terus dilakukan, termasuk dengan melibatkan masyarakat secara umum untuk terlibat aktif dalam mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Lanjut, Wagub Chusnunia menjelaskan bahwa beberapa kali kejadian bencana terjadi di Provinsi Lampung, seperti di Bulan Desember sempat terjadi istilah gempa yang membuat panik.

“Mungkin kepanikan ini sesuatu yang manusiawi, namun ditengah kepanikan tersebut semua harus sadar. Jangan sampai kepanikan menutupi kesadaran dan tanggap terhadap bencana,” ujarnya.

Lebih dari itu, Wagub Chusnunia menjelaskan perlunya peningkatan koordinasi dan sinergitas semua pihak dalam menghadapi tanggap bencana, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, dan seluruh dinas pemangku kepentingan.

“Peningkatan koordinasi dan sinergitas ini harus dilakukan bersama-sama, termasuk dalam pelatihan ini guna mengupgrade kemampuan kita,” jelasnya.

Wagub Chusnunia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan skill tanggap bencana yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto menjelaskan bahwa rapat koordinasi pencairan dan pertolongan daerah di Provinsi Lampung terkait masalah Search and Rescue (SAR) dan pelaksanaan latihan untuk potensi Basarnas.

” Untuk itu, Rakor ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dan memberikan pelatihan potensi Basarnas,” jelas Nugroho.

Sesuai dengan UU nomor 29 tahun 2014, ujar Nugroho, bahwa apabila terjadi kecelakaan baik pesawat, kapal laut, maupun kondisi yang membahayakan manusia, maka leading sektornya adalah Basarnas dibantu dengan potensi yang ada. (*/feb)

Facebook Comments