H. Lulung Redam Konflik Panas Antara DPP LVRI-DPD PPM

174

JAKARTA – Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM), H Lulung Lunggana mencoba meredam konflik internal antara Dewan Pengurus Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) dengan DPD PPM yang belakangan ini semakin memanas.

Kendati sebelumnya, DPP LVRI sempat tidak mengakui H Lulung sebagai Ketum PPM, namun DPD PPM tetap loyal dan keukeh mempertahankan H Lulung sebagai Ketum PPM yang sah sesuai dengan petunjuk AD ART PPM.

Puncaknya, atas usulan dari bebagai pihak untuk mengetahui aspirasi tingkat DPD PPM maka dilaksankanlah silaturahmi PPM bertempat di Hotel Ibis Style Tanah Abang Jakarta, pada tanggal
30-31 Agustus 2019 yang dihadiri 24 DPD PPM dari total 34 DPD PPM se-Indonesia termasuk dihadiri oleh Dewan Paripurna Nasional Bung Yusuf Faisal dan Joko Purwongemboro.

Dalam silaturahmi tersebut, H lulung memaparkan permasalahan yang menderu kepemimpinannya di PPM, demikian juga Sekjen PPM, kemudian satu persatu DPD PPM yang hadir memberikan tanggapan dan dukungan penuh kepada H Lulung.

Para DPD yang hadir menyatakan tetap mendukung dan mengakui H Lulung sebagai Ketum PPM hingga berakhirnya kepemimpinannya pada 2021 nanti, mereka juga menyatakan penolakan diadakan Munaslub. Bahkan, mereka sempat mengusulkan agar silaturahmi ini dijadikan Rapat Pimpinan, namun H Lulung dengan bijak menanggapi untuk tetap sebagai ajang pertemuan silaturahmi.

Jika merunut dari pemberitaan sebelumnya, jika DPP LVRI tidak mengakui Lulung Lunggana sebagai Ketum PPM. Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga berkirim surat kepada Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Letjen TNI (Purn) Rais Abin, pada 9 Agustus 2018. Surat bernomor A/24/PP.PPM/VIII/2018 yang ditandatangani Ketua Umum Pemuda Panca Marga H Lulung Lunggana itu meminta kepada Ketua Umum LVRI agar jabatan Ketua Umum Pemuda Panca Marga yang dipegang Lulung Lunggana tetap dapat menjalankan tugas sesuai amanah Munas Tahun 2016 yang harus dipertanggungjawabkan pada tahun 2020.

BACA JUGA:  Ganjar Pranowo Berhasil Hibur Warga Metro,Kampanye Daring Anna-Fritz

Sebab, bunyi surat itu, Ketua Umum adalah marwah organisasi, sehingga jika dimundurkan atau mengundurkan diri sebelum masa bakti, akan berdampak buruk bagi perjalanan dan kelangsungan organisasi. Pergantian Ketua Umum pada momen diluar Munas akan menjadi Preseden buruk bagi kepemimpinan PPM di seluruh Indonesia pada seluruh tingkatan kepemimpinan baik pada saat ini maupun dimasa yang akan datang.

Surat tersebut kemudian mendapat balasan dari Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Letjen TNI (Purn) Rais Abin, tertanggal 27 Agustus 2018. Surat bernomor A-245/MBLV/XI/08/2018 yang ditujukan kepada Ketua Umum PPM H Lulung Lunggana itu menunjukkan kekecewaan dari DPP LVRI.

“Kami sangat kecewa dan merubah penilaian kami terhadap pribadi ananda (Lulung Lunggana) yang sangat mudah untuk ingkar janji dan menistai amanah luhur Panca Marga, khususnya Panca Marga Ke-3,” tulis surat dari DPP LVRI tersebut.

“Untuk itu, kami tegaskan bahwa kami tetap berpegang pada hasil pertemuan tanggal 31 Mei 2018 dan sejak saat ini kami tidak mengakui lagi saudara (H Lulung Lunggana) sebagai Ketua Umum Pemuda Panca Marga,” tegas surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin tersebut.(rls/feb)

Facebook Comments