Dibangun dengan Basis MICE, GSA Bumi Sai Wawai Menjadi Icon Kota Metro

611

METRO, SL – Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai (GSA-BSW) Kota Metro yang dibangun dengan basis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, dipastikan akan menjadi icon Kota Metro.

Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Ir Iriyanto Marhasan, Sabtu (22/12). Menurut dia, di tengah pro dan kontra pembangunan GSA-BSW, Pemkot Metro berkeyakinan, GSA-BSW yang pada awal pembangunan bernama Gedung Metro Convention Centre (MCC) akan menjadi icon di Kota Metro. “Awalnya, gedung tersebut bernama MCC, namun menampung berbagai aspirasi termasuk dari Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), kini gedung yang dibangun di jantung Kota Metro berjuluk Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai,” kata Iriyanto Marhasan.

Menurutnya, pembangunan GSA-BAW sebagai public space, bertujuan untuk meningkatkan sarana gedung Pemkot Metro, yang saat ini belum memiliki sarana gedung yang memadai, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, karena memberikan alternatif lokasi yang representatif untuk melaksanakan berbagai kegiatan. ‘Karenanya, pembangunan GSA-BSW dibangun dengan megah dan representatif,” urainya.

Di sisi lain, kata dia, GSA-BSW dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), karena akan dikelola oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), yang dibuktikan dengan analisis kelayakan ekonominya. “Berdasarkan analisa cashflow, pada tahun pertama pembangunan GSA-BSW membutuhkan biaya sebesar Rp 35,5 miliar dan pada tahun kedua sebesar Rp 15,5 miliar. Dengan perhitungan cashflow didapat nilai tingkat pengembalian internal (IRR) pembangunan GSA-BSW dengan proyeksi selama 20 tahun adalah sebesar 365 persen, yang berarti lebih besar daripada modal rata-rata,” papar Iriyanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kota Metro, Robby K. Saputra menambahkan, GSA-BSW dengan kapasitas 2.000 orang, akan dilengkapi dengan Ball Room Ruang Convention seluas 1.500 m2, 2 ruang VIP seluas 125 m2, Food Court pada sisi kanan 207,42 m2, dan pada sisi kiri seluas 162,40 m2, juga dilengkapi dengan ruang musholla, ruang laktasi, serta 2 space eskalator. “Jadi, GSA-BSW merupakan public space yang representatif,” ungkap Robby K. Saputra. (Adv)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Pisah Sambut Wakapolda Lampung dari Brigjen Pol Teddy Minahasa, S.H., S.IK. Pada Kombes Pol Rudi Setiawan, S.IK, S.H., M.H.